"Ajaib" ya... It's Me
Assalamu'alaikum kawan...
Alasan aku bikin judul itu karena aku teringat kejadian masa lalu saat ku duduk di bangku Mts alias SMP, kejadian itu bermula saat jam istirahat dan baru banget selesai jajan aku dapet teriakan besarnya sekitar 20hz (kalo di fisika itu terdengar tp ga jelas) di depan gedung sekolah, teriakan yang di tunjukan ke aku... teriakan plus tarian aneh yang membuat siapa aja yang liat merasa malu, siapa lagi kalo bukan teriakan dari temen kelasku (si B dan N ) teriakan yang nyaring kek nyamuk, tapi terdengar ujungnya seperti "aib". Akhirnya ku tau bahwa teriakan itu adalah julukan buatku.. ya, si "Ajaib".
Aku dapet julukan "Ajaib" sekitar abad pertengahan setelah negara api menyerang, hanya Avatar... *candaa ---> lanjut ya...
Awalnya aku seneng dan merasa kul dapet julukan itu, Karna ku pikir itu positif buat ku ya maksudnya berarti aku bikin suatu prestasi yang menakjubkan di mata mereka, setelah ku tau alasannya, aku jadi kesel dan malah skrg jadi sesuatu yang mengganggu, ditambah ekspresi wajah menyebalkan mereka saat mengatai aku dengan julukan itu.
---------------------
Alasan aku dapat julukan "Ajaib" itu bermula dari datangnya pasukan orang" intelek yang menawarkan tes sidik jari ke sekolahku, tes tersebut dapat menentukan masa depan dan kepribadian seseorang ceunah (katanya), ternyata tidak sedikit yang ikut tes tersebut termasuk anak kelasku bisa dibilang hampir setengahnya yang ikut. Tes tersebut akan memunculkan 5 macam kepribadian yang berbeda, masing" dapat satu kepribadian ya.. wkwk waktu itu aku dikategorikan sebagai anak yang punya kepribadian sensing ekstrovert, ya... aku anak ekstrovert yang bisa dibilang mudah bergaul dan aktif, sementara sensing itu sendiri banyak sih... tapi katanya si kepribadian sensing ini kalo cerita apa-apa selalu pingin detail dan pembahasannya kemana-mana, nah.. dari statement ini aku disebut orang gaje (ga jelas) padahal dari deskripsi udah bagus ya, cuman ya namanya orang sirik, jadi dibikin2 deh biar namaku tercemar. aneh ya.. apa mungkin karna setiap cerita terlalu berbelit-belit makanya aku disebut ga jelas, so funny... Tapi bisa aja sih karna itu dan alasan lain yang ku tau katanya aku tuh selalu ngomong ngelantur alias tidak nyambung ato aneh, suka melakukan gerakan aneh, suka ngelucu yang ga jelas, padahal sih menurut ku perkataan ku itu akurat dan kalo ngelucu sih biasa aja, normal. Padahal mereka juga menurut ku lebih gaje dan aneh.
----------------------
Pernah mikir "aku salah banget ya begini?" Yang setiap aktivitasnya dianggap aneh, pertanyaan yang muncul dipikiranku saat itu, mereka yang nganggap ku aneh dan gaje ga pernah ngerti kalo kepribadian aku dan mereka berbeda, mungkin aku juga salah satu yang ga mengerti mereka sih.. ahh serba salah, gara2 takut dibilang gaje pernah loh aku menjadi seseorang diluar kepribadianku, saking ga mau dibilang gajenya. Maksudnya ya aku berusaha menutupi segala sesuatu yang menurut mereka aneh, karna kalo aku ga begitu aku suka diremehkan dan ga dihargai pendapatnya dan apa yang ku lakuin selalu dicibir, tentunya semua itu karna kepribadian "rima si gaje, rima si ajaib" Sebenernya itu nyiksa banget si, disaat kalian ga bisa jadi diri kalian sendiri di depan orang lain.
Lebay banget dulu ya Allah, terlalu dimasukin ke hati, pernah smpai nangis di WC gara" kegajean sendiri.. ntah mengapa? Aneh emang kalo dipikir-pikir sekarang, ya mungkin karna saat itu masih labil, bocah smp, masih kekanakan, dan terlalu terpaku pada ketakutan diri sendiri. Padahal santai aja, toh ejekan itu juga nyatanya bercandaan mereka.
------------------------
SMA agak berubah sih, lebih dewasa *eaa... maksudnya ya lbih faham keadaan aja... lebih santai dengan julukan si "Ajaib" seperti dah terbiasa disebut sebagai orang ajaib, Lebel "Ajaib" juga lah yang menjadi salah satu kenangan mereka tentangku dan kenanganku tentang mereka. Sampai MAN / SMA pun julukan itu masih ada, Karna segelintir teman sekelasku di MTs masih ada yang satu sekolah. Walaupun ejekan itu tidak seseru waktu di MTs, dan kadang julukan itu malah bikin rindu jaman2 berbuat hal aneh, jaman ku diketawain, jaman ku culun dan jaman ku polos pernah nangis karena julukan itu. Ku teringat dan malah senyum-senyum sendiri, smpai hari ini aku tetep jadi aku.
Pas kuliah aku nemu dan baca buku bagus, diantara buku yang ku baca adalah "How to be interesting" karya: Jessica Hagy, yang kebetulan sudah diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia, telat emang nemunya, hha. Disana ternyata ada fakta bahwa menjadi menarik itu bisa karna keanehan yang timbul dari dalam diri sendiri, (pas banget kan sama kasusku, hahahah) ga ada orang yang normal, setiap orang memiliki keanehan khusus dan keunikan. Menjadi aneh adalah sesuatu yang berharga dan hal istimewa katanya, aku semakin sadar bahwa aku emang dari dulu ga pernah salah jadi orang aneh, haha "saya menarik dan istimewa". Menjadi aneh adalah sesuatu yang membanggakan lo, membuat kita berbeda dan membantu kita untuk menemukan orang-orang lain yang akan senang dengan kehadiran kita dan kehadiran kita di tengah mereka. Walaupun tidak setiap orang akan memahami, memuji, merangkul kita, tetap jangan pernah ubah jati diri kita yang sebenarnya demi mereka, cukup berikan senyuman pada mereka yang membenci, dan terus maju. Asik banget ya kalimatnya...
------------------------
Penutup dari blog ini, sekaligus kalimat pamungkas dari hagy:
"kalo kamu merasa ada suatu keanehan di dalam dirimu... Biarkan!! Kembangkan!! bagikan kepada yang lain, Karna kamu istimewa, kamu menarik dan berharga, cuma kamu yang dapat mengekspresikan yang kamu ketahui, mengerjakan yang kamu mampu dan mengetahui yang kamu tahu. Kamu ga salah karena unik, kamu ga salah karena berbeda, kamu ga harus minta maaf karena menarik. Topeng, kostum, senyum palsu dan kesesuaian yang dipaksakan, semua itu dapat menghalangi yang sesungguhnya menarik. Kamu sudah unik dari lahir, tak perlu bersembunyi dibalik topeng yang sangat tidak sesuai untukmu, sekarang.. mulailah untuk menjadi diri sendiri yang sesungguhnya dan tetap terlihat menarik."
Sekian~


Comments
Post a Comment
Dimulakan dengan Bismillah disudahi dengan Hamdallah